“Aliran Alamiah-Ilmiah”

oleh -13 views

POJOK News

“Aliran Alamiah-Ilmiah”

Oleh: Fathonie Abdullah
(Journalist-Researcher)

‘Aliran Alamiah-Ilmiah’ seperti ‘darah mengalir’ dan ‘sirkulasi udara di paru-paru’ dalam tubuh serta aliran air di saluran air dari curah hujan dan/atau air laut dan/atau sungai dan/atau air terjun dan/atau air yang dipompa dari dalam tanah; ekuivalen dengan aliran pergerakan mobilitas kerja dan aktivitas orang-orang di seluruh dunia; dan “sealiran” juga dengan perputaran ‘aliran’ yang yang membuat kesetimbangan di sektor riil dan sektor moneter.

Jika ada ‘penyimpangan dan/atau penggelapan’, seperti halnya anomali cuaca ekstrim (‘climate change’),maka berkembanglah wabah pandemi penyakit menular seperti COVID-19 serta situasi-kondisi ‘force majeur’ lainnya (perang, kerusuhan sosial, kebakaran, kebanjiran, gempa bumi, gunung meletus, dan fenomena alam); meski juga disebut romantika-dinamika dalam hidup dan kehidupan — atau ‘takdir’ kalau sudah terjadi dan meninggal.

Misalnya saja, banjir dahsyat yang melanda Eropa (Jerman, Swedia, Turki, Belgia, dll) dan RRC, seperti yang juga sering dialami Indonesia dan banyak negara lainnya di dunia, selalu “bermuara” pada faktor utama: saluran air yang belum terintegrasikan — selain banyak variabel faktor lainnya: tingkat curah hujan, bersamaan dengan air pasang laut, bersamaan dengan air kiriman aliran sungai, dll.

Salah satu “jejak” paska banjir, kotoran (termasuk bangkai tikus-tikus yang mati di saluran air) yang mengering dan menjadi debu akan tertiup angin ke mana-mana; dan bersama polutan dan polusi (‘climate change’), lalu sudah terkontaminasi parasit, bakteri, dan virus; akan menjadi wabah penyakit menular dimana-mana seperti COVID-19.

Beberapa kali bermalam di Pos Siaga Bencana tepi jalan Galuga, Lwliang Bogor, Jawa Barat sambil ‘disemprot kotoran’ polutan knalpot truk-truk dan kendaraan bermotor semalaman; juga di tepi jalan kawasan lain di Jabodetabek; ekuivalen dengan diberlakukannya ‘zona merah’ selama Pandemi COVID-19.

Karena itu, Penyemprotan ‘desinfectan’ di Perumahan Pondok Pucung, Tangsel, Banten (Minggu, 25/7/2021) yang dibantu para petugas dari BNPBD (Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah), mestinya juga diperluas ke bantaran sungai, danau, pantai, dan yang terutama: got-got atau saluran limbah di Perumahan dan di perkampungan. Kalau tidak, jangan harap bisa nyaman bisa nongkrong di warung kecil di tepi jalan, jajan sambil nonton TV gratis menyaksikan Olimpiade Tokyo 2021 via TVRI (Pemegang ‘Hak Siar di Indonesia).

Teringat lagi ‘kutipan-ucapan’ (alm) Gus Dur: “… Gitu aja kok repot…. ”
*****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.