• Homepage
  • >
  • NASIONAL
  • >
  • Pertarungan Ketua DPD Makin Tajam, Kaitkan Irman Gusman Juga.

Pertarungan Ketua DPD Makin Tajam, Kaitkan Irman Gusman Juga.

TIRAS.id – Tatib DPD periode 2019-2024, yang disahkan 18 September 2019 lalu terus diprotes.

Kala itu, memang “hujan” interupsi. Berlanjut ada adegan, aksi saling dorong antara kubu OSO dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Konflik dari “gajah-gajah” untuk memperebutkan Ketua DPD RI, kian seru saja.

Sudah lama, GKR Hemas menilai terpilihnya OSO sebagai Ketua DPD cacat hukum.  Konflik yang terjadi hingga sekarang,  mencuat tatkala posisi Irman Gusman sebagai Ketua DPD dicopot karena terjerat kasus korupsi pada 2016.

Hemas dan Farouk Muhammad tak terima terpilihnya OSO. Tapi, di Desember 2018, Badan Kehormatan (BK) DPD memberhentikan sementara Hemas dari DPD karena dianggap mangkir sidang sebanyak 12 kali.

Nah, menjadi akses kendala, lewat tatib.  Di dalam tatib terbaru ini, menjegal Hemas untuk menjadi pimpinan DPD demikiam kuat.

Pertama, ada ketentuan baru yang menyebut, untuk menjadi pimpinan DPD mesti melalui masing-masing subwilayah, yakni wilayah timur I, timur II, barat I, dan barat II. Hal ini diatur di dalam Pasal 54.

Dari empat wilayah tersebut, tak diberi ketentuan dengan jelas daerah mana saja yang tergambar di tatib. Juga terdapat ketentuan bahwa pencalonan pimpinan DPD yang tak memperbolehkan orang yang pernah disangsi BK untuk menjadi alat kelengkapan dewan. Hal ini diatur di dalam Pasal 55.

Agenda gelap OSO adalah “meloloskan” Nono Sampono sebagai Ketua DPD RI,  juga sudah dibaca oleh kelompok istri Sultan Yogya.

Lewat whatspapps, Ratu Hemas  sedang  mencari waktu untuk membeberkan semua akal-akalan Tatib, yang menjegal dirinya.  Hingga 29-09/2019 belum memberi waktu wawancara untuk TIRAS, sementara OSO juga belum merespon Handphonenya,  terkait pertanyaan konflik di DPD.

TIRAS mendapat info dari anggota DPD RI, mengutip dari Lembaga Riset dan Investigasi yang menyebutkan, selain Nono Sampono, ada beberapa nama yang  bisa menjadi pesaing kuat. Ada La Nyala adalah sosok yang dapat menyaingi figure semacam Nono dan GKR Hemas.

La Nyalla sedang juga berusaha merubah tatib, agar sosok yang sangat fenomenal ini masuk dalam pertarungan. Pria yang pernah bersumpah potong leher jika Jokowi kalah di Madura ini, menyiapkan pelbagai strategi dan tim.  Mantan Ketua Umum PSSI ini juga disebut didukung Irman Gusman.

Tak hanya itu,  nama yang juga moncer sebagai kandidat Ketua DPD RI 2019-2024 adalah Mahyudin. Wakil Ketua Umum Golkar, sekarang adalah Wakil Ketua MPR utusan Partai Golkar.  Orang dekat Aburizal ini, bisa disebut orang  kaya yang royal, suka membantu.

Mahyudin sedikit tergeser pamornya, ketika Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, menyatakan siap maju.  Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) pertama, tentu saja pengalaman Jimly tidak dapat diragukan. Selain itu, pria kelahiran 17 April 1956 di Palembang, Sumatera Selatan ini juga dikenal sebagai akademisi ternama.

Pernah menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada 2010. Jimly juga merupakan pendiri MK dan menjabat sebagai ketua sejak 2003-2008.

“Saya berusaha untuk menjadi Ketua DPD RI agar bisa membenahi institusi tersebut ke depannya,” demikian pria yang di kalangan DPD, disebut-sebut juga didukung oleh OSO. Inilah yang kemudian, kubu GKR Hemas terus pasang kuda-kuda, menyiapkan langkah mematikan, untuk lawan-lawan yang bermain tak fair.

OSO VS GKR, Munculkan Jimly Asshiddiqie, Nono Sampono, Mahyudin & La Nyalla

 

Previous «
Next »

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *